In the Name Of God : Tidak Ada Agama Yang Membenarkan Terorisme

Posted: November 4, 2010 in Film


“Nabi Muhammad membenci lagu dan musik”. Itulah salah satu yang menjadi doktrin Kyai Maulana Tahiri (Rasheed Naz) kepada para pengikutnya, khususnya Sarmad (Farwad Khan). Kyai Tahiri menyebarkan ajaran jihad sesat dan melakukan sesuatu dengan mengatasnamakan agama. Sarmad sang korban ajaran jihad sesat itu yang tadinya seorang musisi akhirnya memutuskan berhenti berkarir karena pengaruh dari Kyai Tahiri dan menjadi teroris.

Di lain tempat hidup seorang wanita bernama Mariam. Tinggal di London dan memiliki kekasih bernama Dave (Alex Edwards) yang berbeda agama, Ayah Mariam tidak setuju dengan hubungannya karena Dave bukanlah seorang muslim. Mariam pun dinikahkan paksa dengan Sarmad di Afghanistan. Di bawah pengaruh Kyai Sahiri, Sarmad menyetujui pernikahan tersebut dengan mengatasnamakan ibadah. Sedangkan Mariam tetap bersikeras untuk tetap kabur dari tempat terpencil di Afghanistan itu.

Lalu Mansoor, kakak Sarmad yang bukanlah seorang teroris dan tinggal nyaman di Chicago, berubah hidupnya karena 11 September 2001 terjadi dan dicurigai terkait dengan pertiwa tersebut. Di dalam sebuah penjara, siksaan demi siksaan dialaminya. Mansoor yang awalnya tetap tegar dengan pendiriannya pun terpaksa mengalah.

In the Name of God akan menghadirkan tontonan yang penuh makna selama 167 menit. Uniknya, rentan waktu tersebut tidak membuat Anda jenuh sama sekali karena tema masalah yang kompleks dan alur yang berjalan mengalir dengan halus. Anda akan dibawa hanyut dengan rasa sedih Mariam, geram dengan kehadiran Kyai Tahiri (Rasheed Nad), dan berbelas kasih dengan derita Mansoor.

In the Name of God yang merupakan film produksi 2007 yang berhasil mendapatkan penghargaan dari berbagai festival di dunia. Dalam JIFFEst pun film yang mulai tayang 4 November ini mendapatkan sebutan sebagai Film dengan Aklamasi secara Menyeluruh, membuat film ini sangat sulit untuk dilewatkan.

Komentar
  1. maskun mengatakan:

    Semua Aturan Jihad bagi Umat islam telah diatur didalam Alquran sebagai sumber hukum tertinggi bagi Umat Islam dan Aturan Pelaksanaannya adalah Hadist Nabi.Sesat atau tidaknya Jihad kita kembalikan kepada Alquran dan Hadist….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s